Mata Expose

Jika Ada Pihak Instansi Pemerintahan dan Swasta Maupun Pribadi yang merasa di Rugikan oleh Oknum yang mengaku mengatasnamakan Jurnalis MEDIA MATAEXPOSE.COM Tanpa Ada Tercantum Namanya di Box Redaksi Maka Bukan Wewenang dan Tanggung Jawab Redaksi MEDIA MATAEXPOSE.COM atau Silakan Laporkan Kepada Pihak Yang Berwajib.
Lagi Lagi, Pungutan di Dunia Pendidikan Kian Menjamur

Cianjur mataexpos.com – Sekolah berdalih sulit memperoleh dana bantuan pembangunan dari dinas terkait sehingga memilih hal yang tidak peka. Sekolah diduga lakukan pungutan kepada orangtua siswa SMAN 1 Sindangbarang dengan dalih untuk pengadaan tanah.

Dana yang dihimpun tersebut untuk membeli tanah warga seluas 3500 m2 seharga 400 juta rupiah. Banyak siswa yang mengeluhkan adanya pungutan tersebut sehingga terganggu kegiatan belajarnya. Apa lagi mengetahui orangtuanya hanya diundang komite sekolah tanpa banyak diberi kesempatan bicara Dan harus menyetujuinya. Tak ayal fenomena kesulitan keuangan pasca pandemi menjadi alasan keberatan lantaran sekolah dianggap tidak memiliki kepekaan sosial.

Setiap siswa baru dikenakan bayaran minimum 200 ribu dan siswa kelas XI dan XII minimum 300 ribu. Total dana yang dikumpulkan seluruhnya berasal dari 740 siswa itu untuk membangun aula pertemuan Dan ruang kelas baru (RKB).

“Seluruh siswa harus menyumbang dengan cara mencicil 3 kali pembayaran untuk membeli tanah warga yang berdekatan dengan sekolah, ” ujar Wakasek Bidang Sarana Dan Prasarana, Tiwi Wuryani memberikan alasan adanya pungutan tersebut.

Pihaknya mengaku belum berkoordinasi dengan dinas terkait mengingat kebutuhannya mendesak untuk fasilitas belajar. Sehingga tujuan utama untuk memberikan kualitas pendidikan juga ditunjang dengan ketersediaan RKB.

“Jadi kita kekurangan kelas untuk belajar dan kebetulan ada tanah warga yang mau dijual. Siswa harus menyumbang 200 ribu hingga 400 ribu. Kita belum konsultasi dengan dinas terkait karena itukan melalui komite sekolah. Kalau dinas belum ada bantuan karena lama juga maka ada pengumpulan Dana ini, ” imbuhnya.

Terpisah, Komite Sekolah SMAN 1 Sindangbarang Jeni mengaku jika inisiatif menghimpun Dana tersebut melalui musyawarah. Sehingga Dana yang dihimpun untuk kepentingan sekolah karena lamanya bantuan dinas terkait.

“Jadi kita upayakan dulu dengan meminta persetujuan orangtua siswa untuk mendirikan aula pertemuan. Tanahnya punya warga pengen dijual 400 juta rupiah, enggak tahu kalau dari siswa ini bakal mencukupi atau tidak,” kilahnya melalui sambungan telepon.

Bagikan:
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp